Raja Garuda Mas Menyiapkan Kebutuhan Petani Kelapa Sawit

Risky Agung – Sebagai sebuah grup perusahaan yang ingin senantiasa memberikan yang terbaik untuk masyarakat, Asian Agri yang berjalan dibawah naungan RGE turut menyiapkan kebutuhan petani kelapa sawit dengan tepat. Ada banyak hal yang sangat diharapkan dilakukan oleh Raja Garuda Mas bersama dengan masyarakat dalam kaitannya dengan Asian Agri. Salah satunya adalah program replanting setiap 20 tahun yang kini sudah bergulir, pembibitan dengan bibit berkualitas agar bisa menghasilkan panen yang berkualitas. Sehingga dengan demikian perusahaan akan untung dan petani kelapa sawit setempat juga dapat merasakan manfaatnya.

Agar dapat menjalankan semua yang diinginkan tersebut, tentunya Asian Agri senantiasa berusaha menyiapkan semua kebutuhan petani kelapa sawit termasuk jika harus ada replanting semuanya akan dilakukan seoptimal mungkin dengan petani kelapa sawit bersama Asian Agri.

Cara RGE Menyiapkan Kebutuhan Petani Kelapa Sawit

Salah satu cara RGE dalam rangka menyiapkan kebutuhan petani kelapa sawit adalah memberikan dukungan replanting dengan menyiapkan bibit topaz.  Tentu persiapan bibit topaz ini bukan hal yang sulit untuk dilakukan oleh Asian Agri. Perusahaan milik Sukanto Tanoto ini biasanya mampu menghasilkan benih unggul Topaz bahkan sebanyak 25 juta per tahun.

Asian Agri juga sebenarnya tahu persis bahwa bibit memang menjadi hal yang sangat vital dalam perkebunan kelapa sawit dan menjadi salah satu kebutuhan utama bagi petani kelapa sawit. Oleh karena itu, sejak lama Asian Agri sudah menggalakkan penggunaan bibit kelapa sawit berkualitas yang disiapkan untuk para petani sawit. Salah satunya bibit kelapa sawit yang telah disiapkan oleh Asian Agri adalah bibit topaz. Bibit Topaz yang disediakan oleh Asian Agri selain untuk menyediakan bibit unggul bersertifikat bagi para petani kelapa sawit juga ditujukan untuk program replanting dari Asian Agri ini.

Selaku Corporate Affair Director Asian Agri, Fadhil Hasan mengatakan bahwa Asian Agri memiliki komitmen yang tinggi untuk menghasilkan benih unggul dan berkualitas dalam upaya memberikan dukungan pada program replanting. Menurut Fadhil Hasan yang menjabat sebagai Corporate Affair Director Asian Agri  sejak lama, kurang lebih sekitar 50% hasil panen yang baik dipengaruhi juga oleh sumber benih atau bibit yang digunakan.

Fadhil Hasan secara khusus juga menyoroti bahwa saat ini masih ada banyak kebun kelapa sawit rakyat yang tidak ditanami dengan bibit unggul. Malah seringkali petani sawit setempat menanam benih kelapa sawit yang tidak memiliki sertifikat yang jelas hal ini akan sangat merugikan bagi produktivitas lahan kebun sehingga hasil panennya juga tidak akan maksimal. Asian Agri juga memandang bahwa program peremajaan yang dilakukan dapat menjadi suatu solusi atas masalah penggunaan bibit kelapa sawit yang tidak berkualitas karena itulah diperlukan kerjasama yang baik antara produsen dan juga pemerintah.

Asian Agri juga secara khusus siap memberikan dukungan atas program peremajaan kelapa sawit di beberapa provinsi. Saat ini setidaknya sudah ada tiga provinsi yang telah didukung Asian Agri dalam peremajaan kelapa sawit diantaranya yaitu provinsi Riau, Sumatera Utara dan Jambi. Asian Agri tentunya akan berusaha terus mengembangkan sayapnya untuk membantu para petani sawit di berbagai daerah dan akan berusaha memperluas cabang – cabang bisnisnya untuk membantu dan merangkul semua petani sawit di seluruh Indonesia. Pemerintah juga berharap kerjasama Asian Agri dengan pemerintah dan masyarakat tidak berlangsung saat ini saja melainkan menjadi kerjasama jangka panjang yang saling menguntungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *