Pakar IPB: Diabetes Dan Obesitas Bisa Diatasi dengan Modifikasi Tepung Mocaf

dosen ipb

Risky Agung – Salah satu kiprah dosen IPB yang cukup membanggakan pada tahun 2019 adalah adanya penemuan tentang tepung mocaf sebagai salah satu alternative untuk mencegah diabetes dan obesitas. Sebagaimana diketahui, obesitas dan diabetes adalah sebuah mimpi buruk. Gangguan kesehatan ini bisa terjadi pada siapa saja dan akan merenggut kenyamanan hidup.

Mereka yang mengalami obesitas dan diabetes akan cenderung tidak bebas dalam beraktivitas. Stamina para penderita diabetes dan obesitas bisa dikatakan cukup buruk. Selain itu, mereka juga akan terbatas terkait makanan apa saja yang harus dilakukan. Juga, diabetes dan obesitas termasuk dua gangguan tubuh yang cukup susah untuk diobati.

Fakta inilah yang menimbulkan kegelisahan dan kekhawatiran dari Dr. Nurul Khumaida selaku pakar ubi dari IPB. Dalam kesempatan yang lain, Dr. Nurul Khumaida juga cukup kaget dengan tingginya konsumsi tepung terigu di Indonesia. Padahal, tepung terigu adalah salah satu bahan yang sangat dihindari bagi penderita obesitas dan diabetes.

Dengan banyaknya konsumsi tepung terigu tersebut, risiko penderita diabetes dan obesitas akan terpapar pada pola konsumsi yang berlebihan tentu saja akan terbuka dengan lebar. Di kesempatan yang lain, Dr. Nurul Khumaida juga mengharapkan adanya kebijakan yang tepat terkait tingkat konsumsi tepung terigu di Indonesia karena grafik konsumsi tepung terigu terus meningkat dari waktu ke waktu.

dosen ipb

Indonesia, Sebuah Negeri yang Kaya Ubi

Dr. Nurul Khumaida mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan sumber alam yang sangat melimpah, terutama ubi kayu. Ubi kayu adalah salah satu jenis komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan sebagai alternative pangan, pakan dan juga industri. Namun, pengembangan dari bahan yang satu ini belum bisa dikatakan baik dan signifikan.

Oleh karenanya, melihat situasi tersebut, Dr. Nurul Khumaida sebagai seseorang yang memiliki konsentrasi pada ubi membuat alternative tepung terigu dengan membuat tepung mocaf yang kemudian diberi nama KATAMO.

Produk tepung mocaf yang dibuat ini adalah kreasi dari ubi kayu hasil alam Indonesia yang dibuat dengan proses modifikasi sel ubi kayu. Selain itu, tepung ini juga dibuat dengan cara fermentasi.

Menurut dosen IPB ini, ada beberapa proses dalam pembuatan tepung mocaf yang ia gagas. Proses seperti pengupasan, pencucian, pemotongan, pemberian garam, fermentasi, pengeringan dan proses menjadi tepung adalah proses pajang yang dilalui. Fermentasi tepung mocaf dilakukan dengan cara merendam ubi kayu tersebut pada cairan yang penuh dengan microbe.

Memiliki Banyak Keunggulan

Ketika ditanya mengenai manfaat tepung mocaf, Dr. Nurul Khumaida mengatakan bahwa tepung mocaf adalah salah satu tepung dengan segudang manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh secara umum.

Ia menjelaskan bahwa tepung mocaf memiliki kandungan serat yang lebih tinggi daripada tepung terigu. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa kandungan kalsium pada tepung mocaf juga lebih tinggi daripada tepung terigu dan konsumsi tepung mocaf tidak akan mengakibatkan kembung.

Salah satu manfaat atau keunggulan yang paling besar dari tepung mocaf adalah bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan bagi penderita diabetes dan penderita obesitas. Hal ini dikarenakan tepung mocaf lebih sehat daripada tepung terigu dan bebas dari kandungan gluten yang seringkali dianggap buruk dan memperburuk obesitas serta diabetes yang menyerang.

Dosen IPB ini menambahkan bahwa tepung mocaf bisa dimanfaatkan siapa saja mulai dari orang umum hingga mereka yang membutuhkan bahan untuk melancarkan pencernaan. Inovasi yang muncul ini membuat ubi kayu memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan manfaat yang lebih banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *