Yoga dan Keinginan yang Hampir Mustahil

asuransi syariah indonesia

Risky Agung – Namanya Yoga. Ia hanya sosok yang biasa saja. Perawakan yang tidak terlalu tinggi dan cenderung pendek, serta kemampuan berpikir yang bisa dikatakan di bawah teman seusia dirinya. Ia memang hanya menamatkan pendidikannya hingga level sekolah dasar saja –itu pun ia lulus karena ‘bantuan pihak sekolah’ sebab adanya gempa yang melanda Yogyakarta 2006 silam.

Bisa dikatakan, ia tidak memiliki kemampuan yang cukup mumpuni untuk memikirkan suatu hal secara mendalam. Namun, keterbatasan tidak membuatnya kehilangan kesempatan untuk beramal dan mengabdikan dirinya pada masyarakat.

Di balik keterbatasannya, Yoga adalah salah satu pengajar Pengajian Anak-anak di salah satu masjid di Banguntapan. Ia memang bukan seorang pengajar yang akan menceritakan secara detail kisah Nabi dan Rasul, menanggapi pertanyaan anak-anak yang datang, ataupun lainnya. Namun, kehadirannya dibutuhkan. Ia mampu mengatur anak-anak pengajian yang datang untuk tetap tenang dan mengikuti pengajian hingga usai.

Tentu saja, karena merupakan program masjid, ia tidak mendapatkan bayaran sepeser pun untuk hadir dan berkontribusi dalam pengajian yang diadakan setiap malam Ahad tersebut.

asuransi syariah indonesia

Sempat Dikucilkan 

Pada medio 2009 yang lalu, ia sempat dikucilkan oleh teman-teman lainnya karena ‘perlawanannya’ terhadap ketua remaja waktu itu. Bermula dari kegelisahannya karena ketiadaan acara keislaman untuk remaja, maka ia berinisiatif untuk membuat suatu pengajian dengan nama yang baru. Ia, seorang diri, berkeliling ke berbagai tempat di desa untuk mencari orang-orang yang bisa dijadikan pembicara.

Luar biasanya, tidak hanya jadwal pembicara yang sudah terisi lengkap untuk sekitar 30 pertemuan, ia juga berhasil mendapatkan warga yang mau secara swadaya memberikan bantuan snack untuk acara tersebut. Seorang diri. Ya, di balik keterbatasannya, ia mampu melakukan hal-hal yang orang lain –yang notabene lebih pintar, enggan melakukannya.

Namun, ia memiliki kendala. Keterbatasannya membuat ia tidak bisa membuat undangan dan keperluan dokumen lainnya. Akhirnya, saya menawarkan diri untuk membantu mas Yoga tersebut untuk membuat undangan. Setiap satu pekan sekali undangan dicetak dan ia sendiri yang membagikannya ke rekan seangkatan lain.

Ia tidak bergeming meskipun rekan yang mau datang ke pengajian yang ia inisiasi tersebut bisa dihitung dengan jari.

Sampai suatu ketika, pengajian yang ia inisiasi diboikot. Tidak ada rekan yang berangkat –kecuali saya dan beberapa yang tergerak lainnya. Ia dipanggil oleh ketua remaja dan dimarahi karena dianggap melangkahi wewenang.

Mengingat kejadian itu, ada rasa miris dan malu pada diri saya sendiri. Bayangkan, kami yang rata-rata berpendidikan lebih tinggi, pernah ‘kecolongan’ dengan seseorang yang hanya lulusan SD dan berbekal keresahan untuk berbuat baik kepada masyarakat. Bahkan, dengan sombongnya, kami bermufakat untuk menjatuhkan nya!

Keinginan yang Belum Terpenuhi

Yoga kini bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sebuah PAUD dengan gaji –jika tidak salah, sekitar Rp 300.000 per bulan. Tentu, dengan gajinya tersebut, ia tidak memiliki pikiran untuk mengikuti program asuransi Syariah Indonesia karena memang tidak ada dana. Ia tidak lagi secara aktif mengurusi pengajian anak-anak seperti bertahun yang lalu, namun masih dijadikan salah satu humas pengurus masjid.

Salah satu keinginan yang setidaknya lebih dari 10 tahun ia inginkan adalah berangkat umrah ke Tanah Suci. Ia menyadari bahwa berangkat umrah baginya adalah sesuatu yang hampir mustahil. Namun, ia tetap memupuk harap di tengah asa yang kembang-kempis.

Kisah Yoga mungkin adalah satu dari sekian banyak rekan atau tetangga yang hadir dalam kehidupan kita. Melalui produk asuransi Syariah, Allianz memberikan kesempatan berangkat umrah gratis untuk orang-orang sederhana yang memberikan inspirasi terhadap kehidupan yang berbeda.

Ya, dengan program #AwaliDenganKebaikan, Anda bisa membantu mereka yang kekurangan untuk mewujudkan keinginannya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *